Aswar : Kades Sakam Otak Penyerangan
WEDA - Kepolisian Resort (Polres) Halmahera Tengah (Halteng) diminta agar turut memeriksa Kepala Desa Sakam, Kecamatan Patani Timur Fakir Abdul Salam karena diduga menjadi otak dalam kasus pengeroyokan sejumlah warga Bocoli pada saat konflik tapal Batas Halteng-Haltim tahun 2015 lalu.
"Kami minta Polres Halteng segera memeriksa Kepala Desa Sakam sebagai otak dalam kasus pengeroyokan yang terjadi pada konflik tapal batas Halteng-Haltim 2015 lalu. Ini perlu karena 6 warga sakam yang di tahan saat ini oleh Jaksa Kejari Weda, itu beberapa diantaranya tidak terlibat secara langsung bahkan mereka itu bergerak atas dugaan perintah dari oknum kepala Desa Fakir, tapi kenapa mereka di tahan,"kata Aswar Salim, Wakil Direktur Gele-Gele Halmahera Tengah, Jumat (09/09)
Menurutnya, dalam kasus konflik tapal batas Halteng-Haltim 2015 lalu hingga berakhir sejumlah warga Bicoli menjadi korban, dikarenakan ulah Kepala Desa Fakir yang mengotaki serta memimpin penyerangan balik warga Bicoli saat itu
"Kenapa sekarang warga yang di tangkap dan membiarkan kepala Desa tersebut bebas dan tidak dijadikan sebagai pelaku atas kejadian itu. Kami minta Jaksa Kejari Weda agar membebaskan 6 warga Sakam tersebut, karena mereka bukan otak dari konflik itu," tandas Aswar. (moe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar