Kamis, 30 Juni 2016

Alumni Smansa Weda Angkatan 2006 Gelar Buka Puasa Bersama

- Canangkan Program Sosial

WEDA -  Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Weda (Smansa) kembali menggelar buka bersama. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Rahima Ibnu desa Were kecamatan Weda ini dihadiri hampir seluruh alumni Smansa Wrda Angkatan 2006.

Kegiatan yang diprakarsai para alumni ini di awali dengan sambutan oleh Aswar Salim mantan ketua Osis SMA Negeri 1 Weda. Disela - sela sambutannya Aswar menekankan pentingnya solidaritas dikalangan alumni. Dirinya pun berharap kedepan kegiatan semacam ini akan terus dilakukan dengan merangkai kegiatan-kegiatan lainya

"Tentunya kita semua berharap ada kegiatan lain yang jauh lebih besar yang dapat kita lakukan," kata Aswar, Kamis (30/06)

Lebih lanjut koordinator Alumni Smansa Weda 006 Hartono Lawer dihadapan alumni mengatakan banyak agenda yang akan dilakukan utamanya kegiatan-kegiatan sosial yang harus dikakukan. Hal ini dimaksud untuk menjaga solidaritas antar sesama alumni

"Kegiatan sosial kemasyarakatan akan banyak kita lakukan. kita semua akan akan menggiring paradigma kita pada kerja-kerja sosial sebagai wujud pengabdian kita pada masyarakat," tandas Hartono

Dirinya pun berharap solidatitas serta kesetiakawanan ini akan terus terjaga dan terjalin dimasa-masa mendatang. (moe)

Kamis, 16 Juni 2016

Pemda Halteng Peringati HLH Sedunia

WEDA - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia tahun 2016. Badan lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Halmahera Tengah menggelar upacara dirangkai dengan acara buka puasa bersama bertempat di aula kantor bupati Halmahera Tengah

Kegiatan yang mengusung tema 'Go wild for life' selamatkan tumbuhan dan satwa langkah untuk kehidupan, ini dihadiri oleh asisten I Aetda Halteng Basri Botutu dan sejumlah pimpinan SKPD Lainnya.

Basri Botutu dalam membacakan sambutan mentri Lingkungan Hidup mengatakan, hari lingkungan hidup sedunia ini diperingati setiap tanggal 5 juni. Pada tahun ini United Nationals Environment Programe/ Badan Lingkungan Hidup PBB telah menetapkan tema 'go wild for life'

" Secara nasional kita menyesuaikan tema hari Lingkungan hidup indonesia 2016 adalah selamatkan tumbugan dan satwa langka untuk kehidupan,"ujarnya.

Tema ini sangat penting bagi indonesi yang kaya keanekaragaman hayati, namun banyak persoalan kita hadapi dalam keanekaragaman hayati. Sebagian besar lanjutnya, spesies diketahui menghadapi ancaman kepunaan karena perusakan habibat dan perburuan. Berdasarkan data IUNCN tercatat 2 spesies satwa berkategori, punah, 66 spesies berkategori krisis dan 167 spesies kondisi genting. Sementara untuk tumbuhan 1 spesies punah, 2 spesies punah in satu, 115 spesies kritis dan 72 berstatus genting.

Oleh karena itu pemerintah menegaskan upaya perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL). Selain kebijakan perlindungan TSL, indonesia juga kata dia, aktif memberantas kejahatan perdagangan TSL (wildlife crime). Sehingga sepanjang periode 2010-2014 jumlah kasus TSL yang berhasil diselesaikan sebanyak 146 kasus dari total 188 kasus atau sebesar 77,6 persen.

" Wild life crime telah menjadi transnasional organized crime dan diposisikan serupa dengan kejahatan luar biasa, seperti korupsi, pencurian uang, kejahatan terorganisir, senjata api ilegal dan obat-obatan terlarang," tutupnya. (moe)

Gaji Ke 13 Dan 14 Belum Ada Tanda- Tanda


WEDA - Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah hingga saat ini belum menerima surat edaran dari Menteri Keuangan mengenai gaji ke 13 dan 14 bagi para Pegawai Negeri Sipil.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Adet Daerah (BPKAD) Muh. Ridha Saleh mengaku pihaknya hingga saat ini belum mendapat surat edaran dari kementerian keuangan

"Belum ada surat edaran," kata Muh. Ridha kepada Teropong Timur, Kamis (16/06)

Biasanya gaji ke 13 dan 14 tersebut diberikan kepada para PNS pada bulan Juni karena gaji ke 13 ini untuk biaya anak memasuki sekolah atau tahun pendidikan yang baru. Sedangkan untuk gaji ke 14 ini hanya berupa gaji pokok tidak termasuk tunjangan tetapi hingga kini juga belum ada surat edaran dari kemenkeu. (moe)

Selasa, 07 Juni 2016

Tuntut Penerangan Dan Air Bersih, Warga Pulau Gebe Demo FBLN

WEDA - Tuntutan kesejahteraan terus disuarakan oleh warga kecamatan pulau Gebe. Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, Sabtu (04/06) warga yang berasal dari delapan desa di kecamatan pulau Gebe mendatangi kantor PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN)

Sesampainya di Kantor FBLN Warga menyuarakan tuntutannya diantaranya, Perbaikan Jalan, Penerangan serta air bersih. Warga juga menilai selama ini mereka hanya diberi janji oleh pemerintah daerha kabupaten Halmahera Tengah dan Pemrov Maluku Utara serta pihak swasta yang bercokol di Pulau Gebe

"Mereka datang dengan janji manis pada masyatakat pulau Gebe. Pemda Halteng, Pemda Provinsi Maluku Utara dan mereka yang saat ini berinvestasi di bumi Pulau Gebe," tandas seorang orator

Lebih jaug dikatakan, Warga dan lahan di Pulau Gebe hanya menjadi bahan eksploitasi kepentingan yang dilakukan pemerintah daerah dan Perusahan tambang selama ini. "Sudah terlalu banyak kebohongan pemerintah dan pihak Swasta pada kami. Kami butuh jalan yang baik, kami butuh penerangan yang baik pula serta air bersih yang mencukupi kebutuhan warga pulau Gebe," tambahnya

Masa aksi pun berjanji akan melakukan aksi susulan bila tidak ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak FBLN. (moe)

Senin, 06 Juni 2016

Fasilitas Tidak Memadai, Siswa SMK Negeri 6 Halteng Terpaksa Melantai Saat Belajar

WEDA- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Halmahera Tengah (Halteng) yang berlokasi di Desa Damuli Kecamatan Patani Timur Halteng saat ini sangat membutuhkan pengadaan Mobeler oleh Pemda setempat. Pasalnya, kondisi ruang kelas belajar (RKB) di sekolah itu sangat memprihatikan, lantaran siswa harus melantai saat proses belajar mengajar berlangsung.

Naimudin Nuh salah satu warga setempat mengatakan, kondisi ruang belajar di SMKN Negeri 6 Halteng yang tanpa mobeler sangatlah memprihatikan, karena setiap siswa belajar harus melantai, betapa tidak dari tujuh ruang belajar tiga ruang belajar tidak memiliki mobeler dan empat ruang mobelernya tidak mencukupi jumlah siswa yang ada.

"Kami sangat sangat menyesalkan kondisi sekolah yang tanpa mobeler, padahal setiap tahun anggaran pendidikan baik maupun bantuan pendidikan terus mengalir," cetusnya ketika mengkonfirmasi kepada koran ini Minggu (5/6).

Dia meminta kepada pihak terkait, untuk melakukan audit terhadap mantan kepala sekolah SMK N 6 Halteng Faujion Halek sebab dinilai selama ini dana Bos tidak nampak peruntukannya, selain itu juga diminta kepada Pemda Halteng dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) untuk segera menibjau kondisi sekolah saat ini untuk diberikan bantuan mobeler.(moe)

Bila Terbukti Pakai Ijazah Palsu, PNS Akan Di Pecat

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi mengungkap pihaknya sudah menggandeng inspektorat di kementerian/lembaga untuk melakukan penyisiran terhadap dokumen ijazah pegawai negeri sipil (PNS) di daerah.

Jika terbukti, Yuddy menegaskan pihaknya siap membatalkan kenaikan pangkat pegawai yang bermasalah. “‎Kan sudah ada surat edarannya bahwa PNS yang terbukti pakai ijazah palsu, maka ia dicopot dari jabatannya, dan diturunkan satu tingkat kepangkatan-kepangkatannya,” ujar Yuddy di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/6).

Selain penyisiran di internal, Kemenpan-RB juga terus berkoordinasi dengan Kemendikti dan Mabes Polri untuk mendapatkan daftar ‎nama pemilik ijazah palsu.

“Yang list-nya sudah diberikan Mabes dan Dikti, maka inspektorat di lembaga maupun daerah sudah bisa membatalkan kepangkatan-kepangkatannya,” imbuh Yuddy.

Yuddy memastikan pencopotan dan penurunan jabatan adalah sanksi administrasi yang berat untuk para PNS. “Tidak sampai pada pemecatan, karena proses CPNS adalah proses lain, masalah penggunaan ijazah palsu itu hal lain. Konsekuensinya negara dirugikan membayar gaji selama ini, dengan kepangkatan dan jenjang lebih tinggi, jadi kami copot, kami turunkan,” tandas Yuddy.

(moe/berbagai sumber)

Kamis, 02 Juni 2016

Bupati Yasin Berharap Pemberitaan Media Lebih Berimbang

WEDA- Bupati Halmahera Tengah (Halteng) M Al Yasin Ali meminta kepada pihak media terutama yang bertugas melakukan peliputan di Halteng agar selalu menjaga keseimbangan dalam setiap pemberitaan. Menurut Bupati Yasin dirinya siap dikritik dan dievaluasi disetiap kinerja yang dialkukan selama ini,  namun juga harus selalu memperhatikan yang namanya keseimbangan.

" Boleh saja dikritik, tapi harus ada keseimbangan jangan hanya ada satu pihak," ujar bupati Yasin kepada Teropong Timur di ruang kerjanya Kamis (2/6).

Bupati kata dia, keseimbangan itu harus selalu dilakukan dalam setiap kali pemberitaan, karena yang namanya pemberitaan bukan hanya pada segi keburukan seseorang pimpinan ataupun satu daerah akan tetapi disisi kebaikan dan keberhasilan yang juga harus dipublikasikan kepada publik untuk diketahui. Jika lanjutnya, setiap pemberitaan hanya dilihat pada sisi negatif maka secara tidak langsung keseimbangan diabaikan padahal itu sangat penting.

Olehnya itu, saya berharap agar pihak media tetap menjaga kesimbangan dan terus mengawal pemda dalam pembangunan daerah.(moe)

Perkuat Sektor Perikanan, Pemda Halteng MoU Dengan BI

WEDA - Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama dengan PT. Bank Indonesia (BI),  Fakultas Perikanan Universitas Khairun (Unkhair)  Ternate Dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Maluku Utara (Malut)  Kamis, (2/6) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) terkait Plaster Budi daya Ikan Laut.

Kegiatan yang berlangsung  di Desa Loleo Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah itu di hadiri Wakil Bupati Halmahera Tengah Soksi H. Ahmad, utusan dari PT. Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara , Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Malut, Dekan Fakultas Perikanan Kelautan Dan Perikanan Universitas Khairun Ternate serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Halteng.  
Mengawali penyampaianya, Surahman dekan fakultas Perikanan Unkhair mengatakan bahawa Halteng memiliki Potensi Yang cukup besar. "ini adalah dalam rangka Mewujudkan Halmahera Tengah sebagai daerah Pemasok Ikan,  dan desa Loleo Bisa dijadikan sebagai desa Binaan atau desa Inovatif," kata Surahman

Sementara itu, Dwi T. Walianto mewakili Bank Indonesia menyatakan BI pada prinsipnya akan terus mendorong kemajuan serta peningkatan peranya jika para nelayan binaan sudah layak dan untuk melakukan pengembangan Nelayan inilah peran perbankan.

Sementara itu, Bupati kabupaten Halmahera Tengah, Ir. M. Al Yasin Ali,M.MT mengatakan pentingnya kebijakan strategi pembanguanan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir, dengan mempertimbangkan aspek potensi dan sumber daya alam yang tersedia akan memberikan dampak yang besar dan cepat terhadap upaya kesejahteraan masyarakat .

Dikatakan pula panjang garis pantai Halmahera Tengah kurang lebih 556,41Km tentu sangat potensial untuk dikembangkan budi daya ikan laut, budi daya Rumput laut, dan budi daya lainnya.

"Pada kesempatan ini saya berharap penjajakan kerjasama dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Halmahera Tengah dan Dinas Kelautan perikanan Provinsi. Terkait pengembangan Udang Vename di Halmahera Tengah dapat ditindak lanjuti," kaya Bupati Yasin

Kepedulian Bank Indonesia dalam Program Pembudidayaan Ikan laut merupakan strategi pengembangan pemberdayaan Masyarakat dalam rangka pengembangan ekonomi, penguatan kelembagaan sosial ekonomi dan partisipasi masyarakat. Dengan mendayagunakan sumberdata pesisir laut secara berkelanjutan.

"MOU hari ini melibatkan beberapa Stakeholder diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pemasaran, sumber daya manusia, akses permodalan, manajemen,dan tekhnologi bagi usaha perikanan serta mengembangkan jaringan usaha kemitraan antara Pemerintah, swasta, dan masyarakat di tingkat lokal yang dapat menjamin usaha dan peningkatan pendapatan Masyarakat," lanjutnya

Tak lupa Buoati Halteng memberikan aoresiasi atas  upaya pimpinan Bank Indonesia dan diharapkan kedepan bersinergi sehingga kegiatan pengembangan Klaster pembudidaya Ikan laut di desa Loleo menjadi percontohan bagi desa- desa lain di Kabupaten Halmahera Tengah. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dinas kelautan Perikanan Provinsi Maluku Utara dan dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Unkhair yang turut terlibat dalam kerjasama ini," tambah Al Yasin Ali

Yasin pun mengharapkan kepada para kelompok nelayan yang menerima bantuan berupa keramba agar dijaga dan dipelihara sehingga bibit yang telah ditebar dapat dipanen tepat pada waktunya. "harapan saya, mudah - mudahan kita semua bisa hadir pada Panen Perdana di waktu mendatang," (moe)

Oknum Polisi Nyaris Tebas Warga Gemia Usai Shalat Subuh

WEDA - Ulah oknum polisi ini patut dipertanyakan. Betapa tidak tingkahnya yang sering meresahkan warga Desa Gemia dinilai sudah melampaui batas dan memupus batas kesabaran warga setempat

Adalah IB alias Irwan. Oknum polisi berpangkat brigadir Polisi kepala (Bripka) yang merupakan Babinkamtibmas desa Gemia kecamatan Patani Utara. Dirinya diketahui sering berbuat hal tidak wajar dan mengundang keresahan masyarakat.

Informasi yang dihimpun koran ini, kalau Irwan sering mengeluarkan Senjata jenis pistol miliknya dan menembakkan ketika sedang mabuk atau berseteru pendapat dengan warga desa. Terakhir dirinya  dilaporkan nyaris menebas salah satu warga desa Gemia bernama Iqbal A. Madjid beberapa waktu lalu

Kejadian ini bermula pada tanggal 26 April lalu sekitar pukul 06.00 pagi. Iqbal (korban) yang kala itu usai melaksanakan shalat Subuh di mesjid Raya Al Muttahkhirin desa Gemia. Korban yang ketika turun ke halaman mesjid lantas dicegat oleh pelaku.

Kepada Teropong Timur, Jumat (26/05) Iqbal A. Madjid menceritakan kalau Oknum polisi itu sempat mengeluarkan kata-kata kepadanya. "Ngoni orang Gemia tara tako mati? (kalian orang Gemia tidak takut mati ?) ," kata Iqbal meniru ucapan Irwan

Usai melontarkan kalimat itu, Irwan lantas mengeluarkan Pedang (sejenis samurai) dan hendak menebaskan ke arah kepala Iqbal. Beruntung Ikbal menghindar dan selamat dari ancaman pelaku. Usai malakukan aksinya, Irwan lantas meninggalkan Iqbal tanpa berkata-kata lagi meski Iqbal mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Sementara itu, Bripka Irwan (Pelaku) kepada sejumlah wartawan mengakui perbuatanya. namun dirinya beralasan tidak bermaksud mencelakai warga. Aksinya diakuai akibat persoalan rumah tangga sehingga lepas kendali.

"Saya akui kalau tidakan saya salah. Ini akibat persoaln rumah tangga dan saya tidak dapat mengendalikan diri," katanya

Dia mengaku menyesal atas perbuatanya dan akan meminta maaf pada korban. Dia pun berjanji tidak akan mengulangi tingkahnya yang meresahkan warga desa Gemia. (moe)

Ratusan Pelanggan PLN Di Patani Tidak Terdaftar

WEDA - Setelah mengalami pemadaman listrik yang tanpa solusi, kini masalah kembali dialami oleh para pelanggan PLN di kecamatan Patani, Patani Utara, Patani Timur dan Patani Barat

Mereka kembali mengeluhkan nama mereka tidak terdaftar sebagai pelanggan PlN. Akibatnya sejumlah petugas PLN hendak menagih iuran listrik tidak disertakan dengan bukti rekening. Ironisnya para petugas itu seenaknya main putus meteran di rumah-rumah yang diduga tidak terdaftar sebagai pelanggan PLN

"Kami bayar ke petugas waktu pertama kali akan memasang instalasi listrik. tapi nama kami tidak terdaftar dan mereka mau melakukan pemutusan jaringan," kata Damra Ambarak warga desa Maliforo kecamatan Patani Timur kepada koran ini, Rabu (01/06)

Sementara itu, Kepala PLN Ranting Patani Isra H. Abdullah saat ditemui Teropong Timur beberapa waktu lalu, membenarkan adanya ratusan pelanggan yang tidak terdaftar namun selama ini menikmati penerangan. "Mereka semua mengaku membayar di Pak Naim dan Pak Kaya. tapi apakah keduanya menyetor ke kepala PLN waktu itu atau tidak," kata Isra H. Abdullah

Dirinya pun berjanji akan memanggil Naim dan Kaya untuk dimintai klarifikasi terkait masalah itu. "bila nanti tidak ada titik temu maka akan kami laporkan mereka ke kepolisian sebab ini sangat merugikan pelanggan dan utamanya perusahan," Ancam Isra. (moe)

Rabu, 01 Juni 2016

Aktifitas PT. Cahaya Emas Perkasa Resahkan Warga Sagea

WEDA - Sejak beroperasi di wilayah Weda Utara pada bulan Februari lalu, PT. Cahaya Emas Perkasa (CEP) tidak melakukan sosialisasi terkait aktivitas Galian C di kawasan tersebut

Perusahaan yang dipercayakan membangun jalan Sagea -Sepo ini mengambil material pasir dan kerikil di dalam sungai Goa Bokimaruru yang jaraknya sekitar 1 kilo meter (km) dari perkampungan warga Sagea dan Kiya.

Kepada Teropong Timur, Masri Anwar Salah satu tokoh pemuda desa Sagea sangat menyayangkan aktifitas PT. CEP. Padahal Sungi Bokimaruru merupakan salah satu sumber air minum yang selama ini dikonsumsi warga setempat. Aktifitas perusahaan ini pun sudah berjalan lebih dari dua bulan.

"Warga setiap hari datang mengambil air di tempat itu. kalau aktifitas terus dilakukan maka akan mengganggu kenyamanan warga," tandas Masri

Sementara itu Safi Din yang juga warga sagea menambahkan, Sebelumnya telah ada kesepakatan bersama pemerintah desa Sagea dan Kiya pada tanggal 27 Mei 2016  mengundang pihak PT. CEP dan menghasilkan keputusan tentang larangan aktifitas di dalam dan sekitar sungai Boki Maruru Sagea.

"Selain mencemari air minum, aktifitas PT. CEP dapat mengakibatkan abrasi yang berujung pada kerusakan lingkungan serta mengancam eksistensi Wisata Goa Boki Maruru" ujar Safi Din

Terkait ancama itu, warga berharap pemeritah desa Kiya dan Sagea serta pemerintah kecamatan untuk segera menghentikan aktifitas PT. Cahaya Emas Perkasa yang sangat merugikan tersebut. " Bila aktifitas PT. CEP tidak dihentikan maka selaku pemuda kami akan mengkonsolidasikan kekuatan pemuda untuk memaksa PT. CEP tidak lagi mengeruk material di sekitar sungai," (moe)