WEDA - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) sedunia tahun 2016. Badan lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Halmahera Tengah menggelar upacara dirangkai dengan acara buka puasa bersama bertempat di aula kantor bupati Halmahera Tengah
Kegiatan yang mengusung tema 'Go wild for life' selamatkan tumbuhan dan satwa langkah untuk kehidupan, ini dihadiri oleh asisten I Aetda Halteng Basri Botutu dan sejumlah pimpinan SKPD Lainnya.
Basri Botutu dalam membacakan sambutan mentri Lingkungan Hidup mengatakan, hari lingkungan hidup sedunia ini diperingati setiap tanggal 5 juni. Pada tahun ini United Nationals Environment Programe/ Badan Lingkungan Hidup PBB telah menetapkan tema 'go wild for life'
" Secara nasional kita menyesuaikan tema hari Lingkungan hidup indonesia 2016 adalah selamatkan tumbugan dan satwa langka untuk kehidupan,"ujarnya.
Tema ini sangat penting bagi indonesi yang kaya keanekaragaman hayati, namun banyak persoalan kita hadapi dalam keanekaragaman hayati. Sebagian besar lanjutnya, spesies diketahui menghadapi ancaman kepunaan karena perusakan habibat dan perburuan. Berdasarkan data IUNCN tercatat 2 spesies satwa berkategori, punah, 66 spesies berkategori krisis dan 167 spesies kondisi genting. Sementara untuk tumbuhan 1 spesies punah, 2 spesies punah in satu, 115 spesies kritis dan 72 berstatus genting.
Oleh karena itu pemerintah menegaskan upaya perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL). Selain kebijakan perlindungan TSL, indonesia juga kata dia, aktif memberantas kejahatan perdagangan TSL (wildlife crime). Sehingga sepanjang periode 2010-2014 jumlah kasus TSL yang berhasil diselesaikan sebanyak 146 kasus dari total 188 kasus atau sebesar 77,6 persen.
" Wild life crime telah menjadi transnasional organized crime dan diposisikan serupa dengan kejahatan luar biasa, seperti korupsi, pencurian uang, kejahatan terorganisir, senjata api ilegal dan obat-obatan terlarang," tutupnya. (moe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar