Rabu, 01 Juni 2016

Aktifitas PT. Cahaya Emas Perkasa Resahkan Warga Sagea

WEDA - Sejak beroperasi di wilayah Weda Utara pada bulan Februari lalu, PT. Cahaya Emas Perkasa (CEP) tidak melakukan sosialisasi terkait aktivitas Galian C di kawasan tersebut

Perusahaan yang dipercayakan membangun jalan Sagea -Sepo ini mengambil material pasir dan kerikil di dalam sungai Goa Bokimaruru yang jaraknya sekitar 1 kilo meter (km) dari perkampungan warga Sagea dan Kiya.

Kepada Teropong Timur, Masri Anwar Salah satu tokoh pemuda desa Sagea sangat menyayangkan aktifitas PT. CEP. Padahal Sungi Bokimaruru merupakan salah satu sumber air minum yang selama ini dikonsumsi warga setempat. Aktifitas perusahaan ini pun sudah berjalan lebih dari dua bulan.

"Warga setiap hari datang mengambil air di tempat itu. kalau aktifitas terus dilakukan maka akan mengganggu kenyamanan warga," tandas Masri

Sementara itu Safi Din yang juga warga sagea menambahkan, Sebelumnya telah ada kesepakatan bersama pemerintah desa Sagea dan Kiya pada tanggal 27 Mei 2016  mengundang pihak PT. CEP dan menghasilkan keputusan tentang larangan aktifitas di dalam dan sekitar sungai Boki Maruru Sagea.

"Selain mencemari air minum, aktifitas PT. CEP dapat mengakibatkan abrasi yang berujung pada kerusakan lingkungan serta mengancam eksistensi Wisata Goa Boki Maruru" ujar Safi Din

Terkait ancama itu, warga berharap pemeritah desa Kiya dan Sagea serta pemerintah kecamatan untuk segera menghentikan aktifitas PT. Cahaya Emas Perkasa yang sangat merugikan tersebut. " Bila aktifitas PT. CEP tidak dihentikan maka selaku pemuda kami akan mengkonsolidasikan kekuatan pemuda untuk memaksa PT. CEP tidak lagi mengeruk material di sekitar sungai," (moe)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar