WEDA - Setelah mengalami pemadaman listrik yang tanpa solusi, kini masalah kembali dialami oleh para pelanggan PLN di kecamatan Patani, Patani Utara, Patani Timur dan Patani Barat
Mereka kembali mengeluhkan nama mereka tidak terdaftar sebagai pelanggan PlN. Akibatnya sejumlah petugas PLN hendak menagih iuran listrik tidak disertakan dengan bukti rekening. Ironisnya para petugas itu seenaknya main putus meteran di rumah-rumah yang diduga tidak terdaftar sebagai pelanggan PLN
"Kami bayar ke petugas waktu pertama kali akan memasang instalasi listrik. tapi nama kami tidak terdaftar dan mereka mau melakukan pemutusan jaringan," kata Damra Ambarak warga desa Maliforo kecamatan Patani Timur kepada koran ini, Rabu (01/06)
Sementara itu, Kepala PLN Ranting Patani Isra H. Abdullah saat ditemui Teropong Timur beberapa waktu lalu, membenarkan adanya ratusan pelanggan yang tidak terdaftar namun selama ini menikmati penerangan. "Mereka semua mengaku membayar di Pak Naim dan Pak Kaya. tapi apakah keduanya menyetor ke kepala PLN waktu itu atau tidak," kata Isra H. Abdullah
Dirinya pun berjanji akan memanggil Naim dan Kaya untuk dimintai klarifikasi terkait masalah itu. "bila nanti tidak ada titik temu maka akan kami laporkan mereka ke kepolisian sebab ini sangat merugikan pelanggan dan utamanya perusahan," Ancam Isra. (moe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar