WEDA - Ulah oknum polisi ini patut dipertanyakan. Betapa tidak tingkahnya yang sering meresahkan warga Desa Gemia dinilai sudah melampaui batas dan memupus batas kesabaran warga setempat
Adalah IB alias Irwan. Oknum polisi berpangkat brigadir Polisi kepala (Bripka) yang merupakan Babinkamtibmas desa Gemia kecamatan Patani Utara. Dirinya diketahui sering berbuat hal tidak wajar dan mengundang keresahan masyarakat.
Informasi yang dihimpun koran ini, kalau Irwan sering mengeluarkan Senjata jenis pistol miliknya dan menembakkan ketika sedang mabuk atau berseteru pendapat dengan warga desa. Terakhir dirinya dilaporkan nyaris menebas salah satu warga desa Gemia bernama Iqbal A. Madjid beberapa waktu lalu
Kejadian ini bermula pada tanggal 26 April lalu sekitar pukul 06.00 pagi. Iqbal (korban) yang kala itu usai melaksanakan shalat Subuh di mesjid Raya Al Muttahkhirin desa Gemia. Korban yang ketika turun ke halaman mesjid lantas dicegat oleh pelaku.
Kepada Teropong Timur, Jumat (26/05) Iqbal A. Madjid menceritakan kalau Oknum polisi itu sempat mengeluarkan kata-kata kepadanya. "Ngoni orang Gemia tara tako mati? (kalian orang Gemia tidak takut mati ?) ," kata Iqbal meniru ucapan Irwan
Usai melontarkan kalimat itu, Irwan lantas mengeluarkan Pedang (sejenis samurai) dan hendak menebaskan ke arah kepala Iqbal. Beruntung Ikbal menghindar dan selamat dari ancaman pelaku. Usai malakukan aksinya, Irwan lantas meninggalkan Iqbal tanpa berkata-kata lagi meski Iqbal mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Bripka Irwan (Pelaku) kepada sejumlah wartawan mengakui perbuatanya. namun dirinya beralasan tidak bermaksud mencelakai warga. Aksinya diakuai akibat persoalan rumah tangga sehingga lepas kendali.
"Saya akui kalau tidakan saya salah. Ini akibat persoaln rumah tangga dan saya tidak dapat mengendalikan diri," katanya
Dia mengaku menyesal atas perbuatanya dan akan meminta maaf pada korban. Dia pun berjanji tidak akan mengulangi tingkahnya yang meresahkan warga desa Gemia. (moe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar