WEDA - Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama dengan PT. Bank Indonesia (BI), Fakultas Perikanan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Maluku Utara (Malut) Kamis, (2/6) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) terkait Plaster Budi daya Ikan Laut.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Loleo Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah itu di hadiri Wakil Bupati Halmahera Tengah Soksi H. Ahmad, utusan dari PT. Bank Indonesia perwakilan Maluku Utara , Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Malut, Dekan Fakultas Perikanan Kelautan Dan Perikanan Universitas Khairun Ternate serta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Halteng.
Mengawali penyampaianya, Surahman dekan fakultas Perikanan Unkhair mengatakan bahawa Halteng memiliki Potensi Yang cukup besar. "ini adalah dalam rangka Mewujudkan Halmahera Tengah sebagai daerah Pemasok Ikan, dan desa Loleo Bisa dijadikan sebagai desa Binaan atau desa Inovatif," kata Surahman
Sementara itu, Dwi T. Walianto mewakili Bank Indonesia menyatakan BI pada prinsipnya akan terus mendorong kemajuan serta peningkatan peranya jika para nelayan binaan sudah layak dan untuk melakukan pengembangan Nelayan inilah peran perbankan.
Sementara itu, Bupati kabupaten Halmahera Tengah, Ir. M. Al Yasin Ali,M.MT mengatakan pentingnya kebijakan strategi pembanguanan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat pesisir, dengan mempertimbangkan aspek potensi dan sumber daya alam yang tersedia akan memberikan dampak yang besar dan cepat terhadap upaya kesejahteraan masyarakat .
Dikatakan pula panjang garis pantai Halmahera Tengah kurang lebih 556,41Km tentu sangat potensial untuk dikembangkan budi daya ikan laut, budi daya Rumput laut, dan budi daya lainnya.
"Pada kesempatan ini saya berharap penjajakan kerjasama dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Halmahera Tengah dan Dinas Kelautan perikanan Provinsi. Terkait pengembangan Udang Vename di Halmahera Tengah dapat ditindak lanjuti," kaya Bupati Yasin
Kepedulian Bank Indonesia dalam Program Pembudidayaan Ikan laut merupakan strategi pengembangan pemberdayaan Masyarakat dalam rangka pengembangan ekonomi, penguatan kelembagaan sosial ekonomi dan partisipasi masyarakat. Dengan mendayagunakan sumberdata pesisir laut secara berkelanjutan.
"MOU hari ini melibatkan beberapa Stakeholder diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pemasaran, sumber daya manusia, akses permodalan, manajemen,dan tekhnologi bagi usaha perikanan serta mengembangkan jaringan usaha kemitraan antara Pemerintah, swasta, dan masyarakat di tingkat lokal yang dapat menjamin usaha dan peningkatan pendapatan Masyarakat," lanjutnya
Tak lupa Buoati Halteng memberikan aoresiasi atas upaya pimpinan Bank Indonesia dan diharapkan kedepan bersinergi sehingga kegiatan pengembangan Klaster pembudidaya Ikan laut di desa Loleo menjadi percontohan bagi desa- desa lain di Kabupaten Halmahera Tengah. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dinas kelautan Perikanan Provinsi Maluku Utara dan dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Unkhair yang turut terlibat dalam kerjasama ini," tambah Al Yasin Ali
Yasin pun mengharapkan kepada para kelompok nelayan yang menerima bantuan berupa keramba agar dijaga dan dipelihara sehingga bibit yang telah ditebar dapat dipanen tepat pada waktunya. "harapan saya, mudah - mudahan kita semua bisa hadir pada Panen Perdana di waktu mendatang," (moe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar